banner-imq

5 ‎Cara Pengusaha Laundry Stabilkan Harga di Tengah Efisiensi BBM


Bisnis laundry

Hi SobatMQ!
‎Sejak awal April 2026, isu kenaikan bahan bakar minyak (BBM) semakin santer. Namun isu ini buru-buru langsung ditepis oleh pemerintah Indonesia. Melalui menteri sekretaris negara, Prasetyo Hadi menyebutkan pemerintah tidak akan melakukan penyesuaian harga BBM baik BBM subsidi maupun non subsidi. Pesan ini disampaikan secara langsung dalam jumpa pers pada selasa 31/3 lalu.

Meski demikian, riak kenaikan harga bahan kebutuhan rumah tangga sudah merangkak naik. Kita ambil contoh saja misalnya harga plastik. Saat ini saya melihat pemberitaan di media online menyebutkan harga kantong plastik mengalami kenaikan harga yang signifikan.

Mengutip dari BBC News Indonesia, harga kantong plastik mengalami kenaikan hingga 50% dari harga biasanya. Untuk usaha yang sangat tergantung dengan kantong plastik seperti penjual gorengan, es teh, hingga usaha laundry seperti kami, bagaimana bisa menstabilkan harga di tengah isu efisiensi BBM tanpa mengurangi kualitas layanan?

Efek Perang Israel-Amerika vs Iran yang Berdampak Pada Dunia Usaha


Dunia usaha erat kaitannya dengan kondisi ekonomi dunia. Jika ekonomi dunia aman, dunia usaha pun aman. Namun, ketika kondisi ekonomi global sedang tak menentu seperti saat ini, mau tak mau dunia usaha ikut terkena imbasnya.

Seperti beberapa hari lalu, saya melihat seorang penjual gorengan sedang menunggu pelanggan. Biasanya dirinya menyediakan plastik ekstra pada pembeli yang memilih menu asin dan manis. Namun kali ini berbeda. Beliau mengatakan bahwa tidak lagi memberi plastik tambahan, dikarenakan harga plastik yang mengalami kenaikan.

Lain lagi dengan usaha laundry seperti kami. Usaha laundry yang sangat tergantung dengan plastik sebagai plastik packing. Bagi kami ini adalah pukulan keras. Harga plastik packing mengalami kenaikan hingga 30%. Mau tidak mau ini berdampak pada biaya operasional dan laba usaha.

Jika tidak disiasati dengan benar, bisa-bisa bukan hanya pelanggan yang kabur, usaha kami pun bisa terkubur. Belum lagi jika isu BBM naik benar-benar terjadi. Bukan hanya plastik yang terdampak, tetapi juga harga bahan baku usaha juga naik. Deterjen naik, gas naik, bahkan konsumsi listrik pun jadi naik.

Dalam kondisi seperti ini, sebagai pengusaha rumahan, saya harus berpikir bagaimana usaha tetap bertahan, tanpa mengurangi kualitas bahan? Dilema yang paling sulit dilakukan adalah menaikkan harga jual. Kalau melakukan kenaikan harga efeknya pelanggan bisa kabur, jika tidak dinaikkan maka usaha bisa mundur perlahan.

Inilah dampak perang Israel-AS ke Iran terhadap dunia usaha. Meski tidak secara langsung, tetapi efek domino perang yang terjadi mengatakan demikian. Tugas berat berat pengusaha kecil saat ini di tengah isu efisiensi BBM adalah menjaga harga tetap stabil dengan adu strategi jitu.

Dampak Isu Kenaikan BBM Bagi Pemilik Usaha


Kalau sebagai pengusaha, jangankan BBM naik, baru isu BBM naik saja harga-harga sudah mulai merangkak naik. Jadi kenaikan BBM itu seperti efek domino. BBM itu vital. Sekarang isunya bukan hanya sebatas BBM saja, tetapi dampak perang Israel-AS dan Iran juga membawa dampak pada kenaikan harga.

Meskipun belum terjadi, pada usaha laundry harga kenaikan plastik sudah memberi dampak pada usaha. Kami harus menghitung ulang harga pokok penjualan (HPP) ‎guna menentukan harga jual yang tepat.

Plastik saja kelihatannya kecil, tetapi ini adalah kebutuhan dasar usaha laundry. Kami memasukkan plastik sebagai kebutuhan operasional yang tidak bisa dihilangkan. Belum juga BBM benar-benar naik, kebutuhan lain juga sudah ikutan naik. Ini mungkin tidak naik berbarengan, tetapi dampaknya akan terasa bersamaan.

‎Kenapa Nggak Bisa Asal Naik Harga Jasa Laundry?


laundry

Kalau kamu berpikir: “langsung naikin saja harganya. Simpel.” Tapi kenyataannya nggak bisa begitu juga, Sob. Bagi pemilik usaha, opsi menaikkan harga jual adalah pilihan tersulit yang harus diambil.

Meskipun, ini juga adalah cara paling mudah. Tetapi, dampaknya pada kelangsungan usaha tidak baik. Pelanggan akan dengan mudah ‘berpaling’ pada yang lebih murah. Sangat jarang pelanggan berpikir tentang kualitas dan pelayanan. Yang membuat pelanggan beralih adalah harga yang lebih rendah. Percaya deh.

Untuk usaha laundry, agak susah untuk memainkan harga yang lebih tinggi. Sebab, persaingan semakin hari semakin sengit. Pemainnya sudah banyak. Rezeki memang sudah ditakar, tetapi harus tetap berstrategi.

Kalau harga jasa laundry lebih mahal Rp 500,- atau Rp 1000,- orang akan langsung mudah berpindah. Orang akan berpikir tentang‎ masih banyak pilihan lainnya. Sekali dua kali orang bisa saja datang, tetapi untuk kembali lagi? Saya pikir mereka cari yang lebih murah. Mereka pelan-pelan pindah. Itulah kenapa pilihan menaikkan harga adalah pilihan terakhir dalam usaha.

‎‎"Jadi, apa yang bisa dilakukan?"

Ketika menaikkan harga menjadi pilihan sulit, apa yang bisa dilakukan? Agak sulit sih, tetapi bukan mustahil untuk dicoba. Saya contohkan yang pernah kami lakukan saja ya. Kami bukan fokus menaikkan harga tetapi kami menghitung ulang biaya yang dikeluarkan.

Cara Melakukan Penghematan Usaha Laundry Saat Harga Bahan Merangkak Naik


‎1. Menghitung Ulang Seluruh Biaya Operasional


‎Awal mendirikan usaha, kami tidak pernah menghitung dengan benar seluruh biaya yang dikeluarkan. Yang kami tahu: yang penting usahanya jalan saja dulu. Ketika isu BBM naik efisiensi harus dilakukan. Kami harus menjalankan usaha dengan benar. Hitung ulang seluruh biaya.

Kami menghitung mulai dari biaya: harga pokok penjualan (HPP) per kg laundry. Dari sini kami mengetahui berapa laba yang didapat tiap kgnya, serta bagian mana dari bahan yang bisa dikurangi. Dari situ kami jadi tahu mana biaya yang paling besar serta mana yang bisa dipangkas dan diatur pengelolaannya.

‎‎2. Melakukan Penghematan Bahan Tanpa Mengorbankan Kualitas


‎Kami juga melakukan penghematan terhadap bahan-bahan seperti takaran deterjen, pewangi, serta penggunaan produk yang lebih 'ramah' di kantong.

‎3. Atur Ulang Penggunaan Mesin Cuci


Kami juga mengatur ulang penggunaan mesin cuci. Sebelumnya kamu memang memberlakukan satu mesin satu pelanggan, namun dengan melakukan efisiensi ini kami mulai memaksimalkan penggunaan mesin cuci.

Agar tidak mengurangi kualitas laundry dan memastikan kualitas tetap sama, kami memaksimalkan penggunaan mesin cuci dengan memasukkan minimal loading 3 kg. Hal ini dapat membantu mengurangi beban biaya listrik.

‎4. Penggunaan Setrika


‎Kami juga mengatur penggunaan setrika. Jika biasanya karyawan biasa menyetrika dengan dicicil, kini penggunaan setrika lebih diatur. Karyawan menyetrika dengan sekali duduk. Artinya karyawan setrika fokus di bagian setrika saja, tidak menyambi jadi operator cuci. Meskipun tampak sepele, tapi dampaknya besar. Bisa berpengaruh pada biaya listrik dan gas (jika pakai setrika uap).

5. Melakukan efisiensi di semua pos


‎Pemberlakuan efisiensi bukan hanya program pemerintah untuk kalangannya saja. Kami juga melakukan efisiensi. Semua pos yang bisa dilakukan penghematan mulai melakukan penghematan. Misalnya kami menghemat penggunaan plastik, air yang berlebihan, serta pengaturan waktu kerja dengan maksimal

Itulah beberapa cara yang kami lakukan untuk menghadapi situasi ekonomi yang serba tidak stabil ini. Kalau dibilang ekonomi Indonesia baik-baik saja, mungkin secara global. Tetapi jika dilihat lebih jauh pada pelaku UMKM lebih dalam, banyak dinamika yang terjadi.

Demi menunjang usaha yang terus berjalan, kami tentu akan melakukan segala cara agar usaha tetap bertahan.

Satu hal yang dapat saya pelajari disini, kami menyadari bahwa membuat usaha bertahan bukan hanya butuh usaha, tetapi juga butuh strategi. Inilah yang kami lakukan agar usaha kami tidak tenggelam pelan-pelan. Tetapi berjalan meski perlahan. Semangat para pengusaha pemula.

Salam,
Tim MQ
Ide Bisnis MQ
Hi, selamat datang di blog Ide Bisnis MQ. Semoga Sobat MQ bisa mendapatkan sesuatu yang bermanfaat dari tulisan di blog ini. Jika ingin bekerja sama silakan email di kontak blog ya :)
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar