Awal menikah, suami sudah menjelaskan visi misi rencana keuangan masa depan yang akan kami bangun. Bagaimana masa depan finansial yang dia inginkan, konsep apa yang dipilih, bagaimana cara mencapainya, serta bagaimana peran saya yang dia butuhkan. Semuanya dijelaskan secara terperinci di awal pernikahan kami
Obrolan ini menjadi menarik manakala dirinya mulai bercerita bagaimana kondisi keuangan yang dia inginkan. Pembicaran tentang rencana masa depan ini menjadi salah satu momen penting kami, karena itulah saya selalu bersemangat. Saya yang belum begitu melek finansial, menjadi sangat terpacu. Terdorong untuk segera banyak tahu.
Inilah yang menjadi cikal bakal bagaimana akhirnya kami berdua mulai membangun bisnis bersama. Saya ceritakan pengalaman kami berdua berikut ini ya.
Membangun Masa Depan Bebas Finansial
Satu hal yang suami pesankan dari awal adalah tentang rencananya memiliki usaha. Usaha ini yang nantinya akan menjadi penopang penghasilan utama kami. Sembari bekerja, dirinya merencanakan memiliki usaha jasa. Pilihannya jatuh pada jasa binatu. Jasa laundry pakaian.
Usaha ini dipilihnya karena memiliki cukup pengetahuan dan pengalaman disana. Pun latar belakang pekerjaan saat itu dibidang manajemen binatu. Saya yang lebih menguasai di bidang marketing dan public speaking hanya turut meng-iya-kan, sembari memilah mana bagian yang bisa saya kerjakan.
Malam-malam sepulang kami bekerja, suami dan saya sibuk memikirkan pendirian usaha. Berjibaku dengan konsep, desain, tempat, SOP, karyawan dan banyak lagi. Semua kami pegang sendiri. Tanpa bantuan orang luar. Kami mengonsep usaha sedari awal.
Intensitas kami bertatap layar menjadi lebih sering yaitu sepanjang kami duduk bertatap muka. Maklum, pasangan muda. Meski sudah mulai mengalami gejala mata kering seperti mata SEpet, PErih, LElah: hal ini tidak saya hiraukan, yang penting usaha segera berjalan.
Sebulan setelah konsep usaha matang. Usaha pertama kami sebagai pasangan, resmi didirikan. Lantas, Apakah diskusi bareng kami selesai? Ternyata tidak. Semakin usaha berjalan, semakin kami lebih sering bersama. Sepulang bekerja saya dan suami mengontrol jalannya usaha. Kami merekrut dua karyawan: satu memegang bagian kasir dan pelayanan, satu lagi sebagai operator cuci di bagian belakang.
Namanya usaha baru merintis, ada saja masalah baru yang timbul. Tak jarang diskusi ringan kami berubah menjadi diskusi yang menghangat. Kondisi fisik sudah lelah sepulang bekerja: tubuh dan mata sudah tidak bisa diajak kompromi. Fokus saya mudah buyar. Belum lagi emosi tidak terkontrol. Jika sudah begini, suami memilih menyuruh saya istirahat lebih dulu, sedang dirinya melanjutkan pekerjaan.
Sebenarnya ada satu ketidaknyamanan yang membuat saya tiba-tiba harus menghentikan diskusi yaitu tatjala mata terasa SEpet, PErih, dan LElah (SePeLe). Rasanya lelah saya bertambah-tambah. Sudah capek badan, capek pikiran, ditambah lagi mata terasa SePeLe.
“Perhatikan kesehatan mata. Kalau sudah lelah, jangan terlalu dipaksa. Istirahat saja,” ujar suami.
Ini bagaikan kalimat paling romantis bagi saya. Saya tahu dirinya tak kalah lelahnya, tapi suami merelakan waktu istirahatnya untuk menggantikan peran saya.
Untuk masalah kesehatan mata, saya akui suami lebih pandai menjaga. Terbukti di usianya yang terpaut satu tahun lebih tua di atas saya, dirinya belum menggunakan kaca mata. Sedangkan saya, sejak usia 20-an tahun sudah bergantung pada kaca mata. Maka ketika dirinya melihat saya lebih sering mengucek mata ketika kami diskusi bisnis, dirinya langsung menghentikan penjelasan. Sekolah tahu bahwa istrinya sedang butuh istirahat.
“Itu namanya mata kering. Jangan terlalu sering mengucek mata. Nanti malah cedera. Istirahat dulu, besok kita lanjutkan lagi,” begitu katanya.
Kesibukan Couplepreneur Membangun Usaha Binatu
Hari-hari kami sepulang bekerja diisi dengan aktivitas yang sibuk. Meski awalnya hanya usaha binatu yang melayani cuci-kering-setrika, suami rupanya tidak ingin berhenti disana. Dirinya ingin menambah ke bisnis lainnya. Pilihannya merambah ke jasa konsultan usaha.
Dengan adanya diversifikasi usaha ini, otomatis intensitas kami berdiskusi menatap layar semakin lama. Hp dan laptop adalah teman kami setiap hari. Istilahnya belum tidur jika mata belum merah.
Pembahasan bagaimana kami bisa membuka usaha lain sedangkan usaha baru baru mulai berjalan? Bagaimana cara agar pelanggan berdatangan? Bagaimana strategi promosi? Serta berapa investasi yang harus dikeluarkan?
Obrolan terus berlanjut bahkan ketika kami makan. Tiba-tiba ada saja ide tercetus, dan kami dengan semangat menggebu menjadikannya sebagai topik pembahasan yang seru.
Seringnya kami sharing masalah usaha menggunakan gadget, menjadikan kami terlalu tergantung pada layar. Menurut saya inilah penyebab saya mulai terkena gejala mata kering.
Awalnya saya terlalu cuek. Saya menganggap itu efek kelelahan saja. Kurang tidur. Seharian bekerja, kemudian malamnya mengurus usaha. Di rumah lanjut diskusi bisnis. Kalau mata kering terasa seperti mata SEpet, PErih, dan LElah itu biasa, menurut saya. Rupanya tidak. Justru ini menjadi awal ketidaknyaman saya yang berulang.
Ketika Mata Mulai Terasa Tidak Nyaman
Ketidaknyamanan pada mata ini mulai sering saya rasakan. Saya mulai merasa mata lebih mudah terasa kering. Terasa SEpet, seperti ada pasir yang mengganjal. Rasa ingin dikucek. Tapi, makin sering dikucek, makin menggatal, dan terasa PErih. Ini ujung-ujungnya mata saya LElah. Kalau sudah begini, saya sulit konsentrasi. Lebih memilih meninggalkan pembicaraan dan tidur.
Kejadian ini berlangsung cukup lama. Semakin lama didiamkan semakin tidak nyaman. Suami memilih prinsip berkiblat pada solusi medis. Kalau saya sebaliknya. Kalau bisa diatasi diatasi tanpa obat: why not? Namun demi menghormati anjuran pemimpin rumah tangga, saya pun menuruti. Saya pergi ke dokter mata.
Mengalami Gejala Mata Kering
Saya pun mengunjungi dokter spesialis mata. Saya meminta rujukan dari BPJS Kesehatan tingkat satu untuk diperiksa ke dokter mata. Dengan keluhan seperti ini saya di-screening awal: tentu saja pengecekan mata minus, baru diberikan rujukan ke spesialis mata.
Lama berkonsultasi ke dokter spesialis mata, saya sudah siap dengan keputusan jika harus ganti kacamata. BPJS memang memberikan subsidi pembuatan kaca mata, namun tetap saja harus keluar dana pribadi. Tidak masalah keluar uang lagi, demi saya lebih nyaman berdiskusi. Namun, apa kata dokter mata yang menangani? Kacamata saya masih aman untuk digunakan, tidak ada penambahan minus baru.
Satu hal yang disebutkan dokter saat itu mengingat intensitas saya sering menggunakan layar, bisa jadi ini adalah gejala mata kering. Menurut jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Malikussaleh pada November 2022 tentang Syndrom Mata Kering, yang dimaksud dengan mata kering adalah suatu kondisi ketika penderita mengalami kondisi mata yang tidak mengalami lubrikasi yang cukup sehingga mata terasa perih tiba-tiba dan gatal.
Satu hal yang disebutkan dokter saat itu mengingat intensitas saya sering menggunakan layar, bisa jadi ini adalah gejala mata kering. Menurut jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Malikussaleh pada November 2022 tentang Syndrom Mata Kering, yang dimaksud dengan mata kering adalah suatu kondisi ketika penderita mengalami kondisi mata yang tidak mengalami lubrikasi yang cukup sehingga mata terasa perih tiba-tiba dan gatal.
Gejala mata kering yang sering saya alami seperti:
Tanda-tanda gejala mata kering: SEpet, PErih, LElah atau SePeLe seperti ini tidak boleh dianggap enteng. Kalau dibiarkan malah menimbulkan ketidaknyamanan. Kalau saya, selain tidak bisa fokus pada diskusi penting, pandangan menjadi tidak jernih, sulit membuka mata, dan lebih cenderung ingin mengucek mata saja.
Makanya suami langsung mengambil tindakan menginstruksikan pergi ke dokter mata. Katanya,
“Gejala #MataSePeLeJanganSepelein, kamu harus harus segera mencari solusi.”
- Mata SEpet yaitu ketika kondisi mata kurang mendapat lubrikasi yang cukup dari air mata.
- Mata PErih seperti berpasir atau terasa ngeres sehingga memaksa kita untuk mengucek mata saat itu juga.
- Mata LElah hingga tak jarang pandangan menjadi kabur atau blur.
Tanda-tanda gejala mata kering: SEpet, PErih, LElah atau SePeLe seperti ini tidak boleh dianggap enteng. Kalau dibiarkan malah menimbulkan ketidaknyamanan. Kalau saya, selain tidak bisa fokus pada diskusi penting, pandangan menjadi tidak jernih, sulit membuka mata, dan lebih cenderung ingin mengucek mata saja.
Makanya suami langsung mengambil tindakan menginstruksikan pergi ke dokter mata. Katanya,
“Gejala #MataSePeLeJanganSepelein, kamu harus harus segera mencari solusi.”
Solusi Atasi Mata Kering ala Rumahan
Untungnya, untuk gejala awal seperti yang saya alami ini masih bisa diatasi dengan treatment ala rumahan. Kalau saya, ketika mata kering melanda, saya akan segera melakukan beberapa hal mudah seperti:
Selain langkah-langkah di atas, saya juga memilih menggunakan treatment dengan tetes mata yang dipercaya mengatasi mata kering yaitu #InstoDryEyes
Saya selalu sedia tetes mata Insto Dry Eyes untuk mengatasi mata kering. Pokoknya kalau sudah ada Insto Dry Eyes di rumah, saya merasa #BebasMataKering sepanjang waktu. Bahkan Insto Dry Eyes selalu menjadi teman setia bahkan ketika saya bepergian.
Insto Dry Eyes telah terbukti dan dipercaya mampu mengatasi masalah gejala mata kering. Pokoknya kalau di tengah-tengah obrolan kami, mata terasa kering, saya buru-buru memberi tetes mata Insto Dry Eyes. Rasa nyeeess..sensasi dingin menenangkan yang terasa setelah tetesan pertama menjadi penolong bagi kedua mata saya.
Bukan hanya hanya saya yang merasakan dampaknya, suami juga melihat perubahan yang terjadi.
“Sekarang nggak pernah kucek-kucek mata lagi?” selorohnya ketika kami asyik diskusi bisnis sampai malam.
Saya tersenyum sembari mengedipkan mata. Kan saya sudah punya solusinya: pakai Insto Dry Eyes.
Berbisnis bareng pasangan adalah sesuatu yang menyenangkan, tentu saja ini jadi momen indah dalam hidup kami. Bisa memperkuat hubungan, keuangan, dan masa depan. Asal saling mendukung, banyak sekali pasangan muda yang sukses berbisnis berdua.
Namun, meski setiap hari sibuk menyiapkan masa depan, jangan lupakan kesehatan. Kesehatan mata adalah salah satu bentuk investasi yang perlu dijaga. Jika mata terasa kering, atasi dengan treatment tetes mata Insto Dry Eyes.
Jadi kamu sudah sedia Insto Dry Eyes di rumah? Jangan tunggu gejala mata kering melanda baru mencari Insto Dry Eyes. Lebih baik sediakan dari sekarang sebelum kehabisan. Kamu bisa dapatkan Insto Dry Eyes di Indomaret terdekat untuk mengamankan stok di rumah.
Salam,
MQ
Referensi:
Sindrom Mata Kering Universitas Malikussaleh (November, 2022)
https://ojs.unimal.ac.id/index.php/averrous/article/view/8915
- Melakukan kompres air hangat.
- Olahraga mata dengan gerakan menutup dan terbuka secara bergantian, dan
- Melakukan pijat kelenjar air mata dengan menekan bagian pangkal mata. Tekan perlahan agar mata mendapat lubrikan yang cukup
Selain langkah-langkah di atas, saya juga memilih menggunakan treatment dengan tetes mata yang dipercaya mengatasi mata kering yaitu #InstoDryEyes
Saya selalu sedia tetes mata Insto Dry Eyes untuk mengatasi mata kering. Pokoknya kalau sudah ada Insto Dry Eyes di rumah, saya merasa #BebasMataKering sepanjang waktu. Bahkan Insto Dry Eyes selalu menjadi teman setia bahkan ketika saya bepergian.
![]() |
| Insto Dry Eyes menjadi item wajib dibawa ketika bepergian (image: dokpri) |
Insto Dry Eyes telah terbukti dan dipercaya mampu mengatasi masalah gejala mata kering. Pokoknya kalau di tengah-tengah obrolan kami, mata terasa kering, saya buru-buru memberi tetes mata Insto Dry Eyes. Rasa nyeeess..sensasi dingin menenangkan yang terasa setelah tetesan pertama menjadi penolong bagi kedua mata saya.
Bukan hanya hanya saya yang merasakan dampaknya, suami juga melihat perubahan yang terjadi.
“Sekarang nggak pernah kucek-kucek mata lagi?” selorohnya ketika kami asyik diskusi bisnis sampai malam.
Saya tersenyum sembari mengedipkan mata. Kan saya sudah punya solusinya: pakai Insto Dry Eyes.
Kesimpulan
Berbisnis bareng pasangan adalah sesuatu yang menyenangkan, tentu saja ini jadi momen indah dalam hidup kami. Bisa memperkuat hubungan, keuangan, dan masa depan. Asal saling mendukung, banyak sekali pasangan muda yang sukses berbisnis berdua.
Namun, meski setiap hari sibuk menyiapkan masa depan, jangan lupakan kesehatan. Kesehatan mata adalah salah satu bentuk investasi yang perlu dijaga. Jika mata terasa kering, atasi dengan treatment tetes mata Insto Dry Eyes.
Jadi kamu sudah sedia Insto Dry Eyes di rumah? Jangan tunggu gejala mata kering melanda baru mencari Insto Dry Eyes. Lebih baik sediakan dari sekarang sebelum kehabisan. Kamu bisa dapatkan Insto Dry Eyes di Indomaret terdekat untuk mengamankan stok di rumah.
Salam,
MQ
Referensi:
Sindrom Mata Kering Universitas Malikussaleh (November, 2022)
https://ojs.unimal.ac.id/index.php/averrous/article/view/8915






Posting Komentar
Posting Komentar