Hi SobatMQ!
Kamu pernah ngerasain sakit gigi nggak? Kalau belum, selamat! Artinya kamu pandai merawat gigi. Namun, kalau SobatMQ pernah mengalami sakit gigi yang tak tertahankan, artinya kita senasib! Sakit banget kan? Hiks.
Solusi bagi gigi yang sakit adalah perawatan saluran akar gigi atau biasa disingkat PSA. Nah, apakah kamu pengen tahu berapa biaya perawatan saluran akar gigi? Ini berbeda dengan biaya tambal gigi susu ya... kalau PSA Gratis atau berbayar? Kalau gratis, sepertinya nggak mungkin untuk negara kita tercinta ini ya Sob! Pipis saja bayar 2 ribu lho haha..
Oh ya, disclaimer dulu kalau di postingan ini agak berbeda dengan postingan MQ yang lain tentang bisnis, tetapi ini berupa postingan berbagi pengalaman ya. Kalau kamu penasaran, ikuti cerita MQ biaya perawatan saluran akar dalam rangka PSA geraham pertama (first molar).
Apa Itu Perawatan Saluran Akar
Sob, sebelum saya melakukan perawatan saluran akar gigi, banyak sekali pertanyaan yang menyelimuti pikiran saya: mulai dari prosedur, tahapan, hingga biaya PSA. Dari semua artikel yang saya baca, tidak banyak yang membahas detail dari sisi pasien. Kebanyakan artikel hanya membahas seputar prosedur secara umum, biaya perawatan, serta tahapan yang tidak detail. Melalui tulisan ini, saya harap bisa menjawab kebingungan yang ada di kepala kamu.
Sebelum ngomongin biaya, kita kenalan dulu sama istilahnya. Perawatan saluran akar atau PSA adalah prosedur kedokteran gigi guna mengatasi bagian dalam gigi yang sudah terinfeksi atau rusak. Gigi yang rusak ditandai dengan karies atau lubang gigi yang dibiarkan terlalu lama.
Sob, gigi dewasa terdiri atas 32 buah gigi yang terbagi masing-masing 16 gigi atas dan 16 gigi bagian bawah. Adapun susunan gigi dewasa terdiri atas 6 gigi geraham belakang (molar) kiri dan kanan, 4 gigi geraham depan (premolar) kiri dan kanan, 2 gigi taring (canine) kiri dan kanan,serta 4 gigi seri (incisors) di bagian depan. Sehingga jumlah gigi dewasa bawah ada 16, dan bagian atas berjumlah sama yaitu 16 gigi. Sehingga totalnya sebanyak 32 gigi.
Pada saya, gigi yang berlubang dan pernah sakit adalah first molar atau geraham pertama. Ketika masih lubang kecil, saya cuek. Namun lama kelamaan lubangnya membesar dan menyebarkan sakit bukan kepalang.
Kata dokter gigi langganan saya, pengobatannya tidak bisa langsung ditambal, tetapi sedikit lebih kompleks karena sudah mengenai saraf (pulpa). Jadi solusinya adalah dengan perawatan saluran akar.
Perawatan Saluran Akar ( PSA) adalah prosedur perawatan gigi untuk mengatasi masalah gigi berlubang yang sudah mengenai saraf (pulpa) gigi. Tujuan perawatan ini adalah untuk:
- Menghilangkan infeksi
- Menghentikan rasa sakit
- Menyelamatkan gigi agar tidak dicabut
Kalau dari banyak akun-akun dokter gigi yang saya ikuti: sayangi akar gigimu! Kalau giginya berlubang, jangan buru-buru dicabut, segera ke dokter gigi siapa tahu masih bisa diatasi dengan PSA.
“Mencabut gigi adalah solusi terakhir dalam penanganan masalah gigi.”
Dulu belum ada yang menasihati seperti ini, jadi ketika ada akar gigi saya langsung mencabut ke dokter. Padahal kalau akarnya masih kuat, masih bisa diusahakan untuk PSA saja. Masalahnya berapa biaya PSA? Lanjut bahas yuk!
Biaya Perawatan Saluran Akar Gigi
Nah, ini bagian yang paling banyak ditanyakan dan bikin penasaran: sebenarnya berapa sih biaya perawatan saluran akar gigi?
Jawabannya bervariasi, tergantung beberapa faktor seperti lokasi klinik, tingkat kerusakan, dan jumlah akar gigi. Biar nggak bingung, kita bahas satu-satu ya.
Berdasarkan pengalaman saudara saya yang menggunakan klinik swasta untuk perawatan saluran akar, biaya untuk perawatan saluran akar sebesar Rp 3.500.000,- per satu gigi geraham.
Biaya ini tidak langsung dibayarkan sekaligus, tetapi dibagi untuk beberapa kali kunjungan.
- Di kunjungan pertama menghabiskan biaya sebesar Rp 700.000,- untuk prosedur awal pembersihan lubang gigi.
- Kunjungan kedua menghabiskan biaya sebesar Rp 600.000,-
- Kunjungan ketiga sebesar Rp 600.000,-
- Kunjungan keempat sebesar Rp 1.500.000,-
Untuk prosedur medis yang dilakukan tiap kunjungan berbeda-beda, sehingga biayanya juga berbeda. PSA baru selesai dilakukan setelah kunjungan ke-4 setelah penutupan lubang dengan tambalan permanen.
Jadi total biaya perawatan saluran akar bagi pasien umum di klinik swasta tempat tinggal saya sebesar Rp 3,500.000,- per gigi. Harga ini pastinya ada perbedaan dengan kota lain ya.
Mengapa prosedur PSA tergolong pricey? Tentu saja karena prosedur yang dilakukan nggak cukup sekali datang Sob! Pasien harus datang 3-4 kali kunjungan untuk menyelesaikan prosedur perawatan hingga tuntas.
Nah, kabar baiknya kalau kamu belum punya uang sebesar itu, kamu bisa lho memanfaatkan kartu sakti hijau di dompet itu. Yes, Kartu BPJS Kesehatan! BPJS Kesehatan memasukkan PSA sebagai bagian dari perawatan gigi yang ditanggung (coverage).
Biaya Perawatan Saluran Akar Gigi dengan BPJS
Sob, jika kamu mau memanfaatkan kartu BPJS Kesehatan, maka kamu bisa hemat jutaan rupiah untuk perawatan gigi bolong, termasuk PSA. Karena kamu sudah bayar preminya setiap bulan, sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan. Apalagi saat ini BPJS adalah asuransi kesehatan yang wajib dimiliki WNI.
Tapi sebelum menggunakannya kamu wajib paham beberapa hal berikut ini:
- Harus mulai dari Faskes 1 (puskesmas atau klinik kesehatan tingkat pertama)
- Jika kasus berat, akan dirujuk ke rumah sakit.
- Tidak semua tindakan lanjutan seperti crown atau mahkota ditanggung
Untuk PSA sendiri, biasanya:
- Konsultasi gratis
- Tindakan dasar PSA ditanggung
- Obat-obatan sebagian ditanggung
Jadi kalau kamu pakai BPJS, biaya perawatan saluran akar gigi bisa jauh lebih ringan, bahkan nyaris gratis untuk tindakan utamanya.
Tapi memang ada kekurangannya seperti:
- Waktu tunggu lebih lama (ini bisa 2-3 bulan ya).
- Jadwal terbatas jadi kamu harus gercep (gerak cepat, pen.)
- Tidak semua rumah sakit memiliki dokter spesialis yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan
Saya harap informasi ini sudah sangat jelas. Eits, tapi jangan bilang kalau pakai BPJS Kesehatan itu gratis ya. Karena sejatinya BPJS Kesehatan itu konsepnya mirip asuransi, kita bayar premi setiap bulan dan silahkan nikmati layanannya. Betul?
Tahapan Perawatan Saluran Akar
Sob, bagian tahapan perawatan saluran akar ini agak lama dan memakan waktu. Biar kamu nggak kaget, saya jelasin tahap demi tahap PSA ini. Jadi kamu bisa lebih siap mental dan tahu apa yang bakal terjadi.
1. Pemeriksaan Awal
Dokter akan mengecek kondisi gigi kamu. Nanti akan dipertimbangkan apakah langsung dibersihkan atau membutuhkan foto rontgen. Dari sini diagnosa akan ditentukan apakah perlu PSA atau tidak bisa dilanjutkan karena kondisi gigi yang tidak bisa diperbaiki lagi.
2. Pembersihan Saluran Akar
Dokter akan membuka bagian atas gigi, lalu membersihkan jaringan yang terinfeksi. Kemudian melakukan penambalan sementara agar gigi tidak terkontaminasi sisa makanan untuk tindakan pada kunjungan berikutnya.
3. Pengisian Saluran Akar
Setelah bagian lubang dibersihkan, saluran akar akan diisi dengan bahan khusus supaya tidak terinfeksi lagi. Kemudian dilakukan penambalan lagi. Berdasarkan pengalaman saya: jarak tiap kunjungan minimal 7 hari.
4. Penutupan Gigi
Langkah akhir dari PSA adalah gigi akan ditambal sementara, lalu nanti ditutup dengan tambal gigi permanen.
Proses ini bisa berlangsung beberapa kali kunjungan, jadi perlu kesabaran. Tapi hasilnya sepadan sih daripada ngerasain sakit gigi menahun atau gigi ompong.
Pengalaman Perawatan Saluran Akar (PSA) Pakai BPJS
Saya mau bercerita tentang pengalaman menjalani prosedur PSA di salah satu rumah sakit di kota saya. Harusnya prosedur ini sudah dilakukan sejak 12 bulan lalu, namun karena saya suka menunda, akhirnya lubang yang kecil jadinya menjadi lubang yang menganga.
Dokter gigi saya sudah menyarankan untuk segera menjalani PSA. Tapi mengingat prosedurnya nggak cukup sekali, jadi penyakit: nanti-nanti dulu kambuh (lagi). Apalagi pengalaman saya cabut gigi first premolar yang sakit minta ampun membuat saya sedikit trauma.
Titik sadarnya saya adalah ketika ada kerabat yang telah lebih dulu menjalani PSA, saya jadi terpacu mengikutinya. Apalagi saya jadi tahu berapa biaya yang harus dikeluarkan jika menggunakan jalur pasien umum. Saya pikir daripada menguras uang berjuta-juta, mendingan saya gunakan kartu hijau ini haha.
Langkah pertama yang saya lakukan adalah:
Pergi ke faskes tingkat satu
Masuk ke pendaftaran online dari aplikasi mobile JKN, isi keluhan: minta rujukan PSA (sebelumnya saya sudah konsultasi dengan dokter terlebih dahulu)
Setelah mendapat rujukan, saya tidak serta merta langsung bisa ke rumah sakit tujuan, tetapi harus mengambil antrian online melalui aplikasi JKN ((lagi)). Pada saat mengambil antrian online inilah kesabaran pertama saya diuji. Setiap hari jadwalnya dokter gigi spesialis full hingga sebulan ke depan. Subhanallah.
Setelah berjibaku mencari antrian, akhirnya saya dapat antrian di bulan kedua setelah tanggal rujukan dibuat. Naasnya, menjelang hari H, saya dihubungi admin rumah sakit bahwa jadwal dokter tidak ada dikarenakan dokter cuti pada hari saya harus dilakukan tindakan.
Jadi saya harus mengambil antrian ulang melalui apk mobile JKN. Kembali berperang dengan kuota dan peserta lain, saya baru mendapat jadwal kunjungan di hari ke 60 pasca mendapat rujukan. Artinya waktu tunggu antrian PSA di kota saya 2 bulan. Allahu akbar. Sabar… ini baru mau kunjungan pertama.
Di rumah sakit, saya mendaftar di bagian registrasi. Mengisi biodata dan memberikan finger print untuk keabsahan data pasien. Saya mengantri dari jam 14.00 dan baru mendapat giliran pada pukur 17.00 hahaha..
Di ruangan pemeriksaan, dokter dengan ramah menyambut dan mempersilahkan berbaring di kursi pasien. Melihat kondisi gigi saya yang nyaris ‘hilang’ separuh, dokter menyarankan untuk melakukan foto ronsen. Tindakan ini bertujuan untuk menegakkan diagnosa sebelumnya.
Sayangnya foto ronsen tidak bisa dilakukan pada hari yang sama, saya harus kembali di hari kerja. Sedangkan saat itu saya berkunjung di hari weekend. Alhasil saya belum bisa melanjutkan prosedur PSA hingga hasil foto ronsen keluar.
Setelah melakukan foto ronsen di hari kerja, saya sudah mendapatkan hasilnya hasil ronsen gigi yang dikirimkan via WhatsApp oleh pihak rumah sakit. Jadi saya tinggal membawa hp ketika kunjungan kedua ini.
Oh ya pada kunjungan kedua ini, saya tidak lagi mengambil antrian lewat JKN Mobile, namun atas rekomendasi drg saya diperbolehkan mengambil antrian secara manual.
Anterin manual artinya pasien bisa datang pada jadwal kunjungan yang sudah ditetapkan, di bagian registrasi pasien tinggal menunjukkan surat pengantar dari dokter saja. Dan kita bisa langsung menunggu giliran berobat.
Pada kunjungan kedua setelah konsultasi disertai hasil ronsen, dokter memutuskan melanjutkan perawatan. Mengingat akar gigi masih kuat namun sudah mengenai sedikit saraf. Jadi pengobatannya tidak lama.
Pada tahap ini dokter membersihkan gigi, mematikan saraf dan memberikan tambalan sementara. Pada kunjungan ketiga nanti di tanggal 26 Juni, saya akan melanjutkan perawatan saluran akar berikutnya. Cerita ini akan saya lanjutkan ya.
Oh ya, sejauh ini karena saya pengguna BPJS semua tindakan yang saya terima, semua tindakan medis, termasuk obat anti nyeri dan antibiotiknya dicover oleh BPJS Kesehatan. Menurut saya perawatan gigi bolong lebih murah dan lebih mudah kalau dilakukan sejak awal. Jadi:
SobatMQ, agar kamu nggak keluar biaya besar untuk perawatan gigi, ini beberapa tips yang bisa kamu lakukan:
Biaya perawatan saluran akar gigi memang bisa terasa mahal jika sebagai pasien umum, namun dibiayai BPJS jika kamu adalah peserta penerima manfaat. Merawat gigi tapi jauh lebih baik dibanding harus kehilangan gigi.
Dari pengalaman saya, yang paling penting itu bukan sekadar biaya, tapi kesadaran untuk segera melakukan perawatan gigi bolong sebelum kondisinya makin parah.
Jadi kalau kamu mulai merasakan tanda-tanda gigi berlubang, jangan ditunda lagi. Semakin cepat ditangani, semakin ringan juga biaya perawatan yang kamu keluarkan. Jadi nggak harus bayar biaya perawatan saluran akar segala nantinya. Setuju? Yuk rawat gigi dari sekarang.
Salam,
MQ
Setelah mendapat rujukan, saya tidak serta merta langsung bisa ke rumah sakit tujuan, tetapi harus mengambil antrian online melalui aplikasi JKN ((lagi)). Pada saat mengambil antrian online inilah kesabaran pertama saya diuji. Setiap hari jadwalnya dokter gigi spesialis full hingga sebulan ke depan. Subhanallah.
Setelah berjibaku mencari antrian, akhirnya saya dapat antrian di bulan kedua setelah tanggal rujukan dibuat. Naasnya, menjelang hari H, saya dihubungi admin rumah sakit bahwa jadwal dokter tidak ada dikarenakan dokter cuti pada hari saya harus dilakukan tindakan.
Jadi saya harus mengambil antrian ulang melalui apk mobile JKN. Kembali berperang dengan kuota dan peserta lain, saya baru mendapat jadwal kunjungan di hari ke 60 pasca mendapat rujukan. Artinya waktu tunggu antrian PSA di kota saya 2 bulan. Allahu akbar. Sabar… ini baru mau kunjungan pertama.
Kunjungan Pertama…
Di rumah sakit, saya mendaftar di bagian registrasi. Mengisi biodata dan memberikan finger print untuk keabsahan data pasien. Saya mengantri dari jam 14.00 dan baru mendapat giliran pada pukur 17.00 hahaha..
Di ruangan pemeriksaan, dokter dengan ramah menyambut dan mempersilahkan berbaring di kursi pasien. Melihat kondisi gigi saya yang nyaris ‘hilang’ separuh, dokter menyarankan untuk melakukan foto ronsen. Tindakan ini bertujuan untuk menegakkan diagnosa sebelumnya.
Sayangnya foto ronsen tidak bisa dilakukan pada hari yang sama, saya harus kembali di hari kerja. Sedangkan saat itu saya berkunjung di hari weekend. Alhasil saya belum bisa melanjutkan prosedur PSA hingga hasil foto ronsen keluar.
Kunjungan kedua..
Setelah melakukan foto ronsen di hari kerja, saya sudah mendapatkan hasilnya hasil ronsen gigi yang dikirimkan via WhatsApp oleh pihak rumah sakit. Jadi saya tinggal membawa hp ketika kunjungan kedua ini.
Oh ya pada kunjungan kedua ini, saya tidak lagi mengambil antrian lewat JKN Mobile, namun atas rekomendasi drg saya diperbolehkan mengambil antrian secara manual.
Anterin manual artinya pasien bisa datang pada jadwal kunjungan yang sudah ditetapkan, di bagian registrasi pasien tinggal menunjukkan surat pengantar dari dokter saja. Dan kita bisa langsung menunggu giliran berobat.
Pada kunjungan kedua setelah konsultasi disertai hasil ronsen, dokter memutuskan melanjutkan perawatan. Mengingat akar gigi masih kuat namun sudah mengenai sedikit saraf. Jadi pengobatannya tidak lama.
Pada tahap ini dokter membersihkan gigi, mematikan saraf dan memberikan tambalan sementara. Pada kunjungan ketiga nanti di tanggal 26 Juni, saya akan melanjutkan perawatan saluran akar berikutnya. Cerita ini akan saya lanjutkan ya.
Oh ya, sejauh ini karena saya pengguna BPJS semua tindakan yang saya terima, semua tindakan medis, termasuk obat anti nyeri dan antibiotiknya dicover oleh BPJS Kesehatan. Menurut saya perawatan gigi bolong lebih murah dan lebih mudah kalau dilakukan sejak awal. Jadi:
“Jangan tunggu bolong gigi sampai besar baru ke dokter gigi. Beresin gigi sebelum sakit”
Tips Hemat Biaya Perawatan Gigi
SobatMQ, agar kamu nggak keluar biaya besar untuk perawatan gigi, ini beberapa tips yang bisa kamu lakukan:
- Periksa gigi rutin minimal 6 bulan sekali.
- Jangan anggap remeh gigi berlubang kecil.
- Manfaatkan BPJS untuk perawatan dasar.
- Pilih klinik dengan harga transparan.
- Jaga kebersihan gigi setiap hari.
- Mencegah selalu lebih murah daripada mengobati.
Penutup
Biaya perawatan saluran akar gigi memang bisa terasa mahal jika sebagai pasien umum, namun dibiayai BPJS jika kamu adalah peserta penerima manfaat. Merawat gigi tapi jauh lebih baik dibanding harus kehilangan gigi.
Dari pengalaman saya, yang paling penting itu bukan sekadar biaya, tapi kesadaran untuk segera melakukan perawatan gigi bolong sebelum kondisinya makin parah.
Jadi kalau kamu mulai merasakan tanda-tanda gigi berlubang, jangan ditunda lagi. Semakin cepat ditangani, semakin ringan juga biaya perawatan yang kamu keluarkan. Jadi nggak harus bayar biaya perawatan saluran akar segala nantinya. Setuju? Yuk rawat gigi dari sekarang.
Salam,
MQ




Posting Komentar
Posting Komentar