banner-imq

Cara Jadi Microstoker dari Nol, Cari Tahu Disini!


Cara jadi Microstoker

Hi SobatMQ!
Kalau kamu pengen punya penghasilan tambahan dari side hustle, mungkin kamu bisa mempertimbangkan untuk menjadi microstocker.

Microstoker adalah orang yang menjual karya berupa foto, gambar ilustrasi, video, atau desain tertentu di platform Microstock. Platform ini kerap dijadikan tempat berjualan karya berupa foto, ilustrasi, desain, atau video untuk keperluan publikasi baik bagi perusahaan, wartawan, desainer, maupun blogger. Platform yang biasa digunakan tersebut adalah Adobe stock dan Shutterstock.

Kalau SobatMQ tertarik untuk menjadi microstocker dari nol, tulisan ini bisa kamu jadikan referensi mencari penghasilan tambahan atau menambah pasar baru untuk peluang meraih cuan. MQ akan membahas beberapa hal terkait microstocker, mulai dari cara memulai, modal, dan berapa potensi penghasilannya? Yuk simak artikel ini sampai selesai ya.

‎Apa Itu Microstock dan Bagaimana Cara Kerjanya?


Sob, seperti yang sudah MQ sebutkan di atas bahwa microstock adalah sebuah platform tempat menjual hasil karya berupa foto, video, gambar, maupun ilustrasi. Dari foto yang kita pajang di etalase virtual ini, pembeli dari berbagai negara akan membeli foto yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Platform yang bisa kamu gunakan untuk memulai menjadi microstocker adalah Adobe Stock atau Shutterstock.

Pada umumnya pembeli ini berasal dari berbagai latar belakang profesi sesuai kebutuhan mereka, seperti perusahaan, portal berita, desainer, maupun brand tertentu yang membutuhkan gambar visual untuk berbagai keperluan mereka.

Jujur saja, peluang ini sebenarnya sudah lama saya ketahui, namun saya baru sekarang saya berkesempatan membuat artikel ini. Alasannya: karena saya belum mencobanya sendiri. Barulah setelah mengikuti kelas online Grow from Home bersama Novarty Eka dan suami, Mohammad Arif, saya tertarik membahas ini.

Cara kerja microstock cukup simpel: hanya mengunggah foto di platform microstock kemudian tinggal tunggu pembeli datang. Namun seperti yang disarankan oleh narasumber Mas Arif pada malam itu (18/7), sebagai microcker pemula sebaiknya kamu harus memperbanyak portofolio dulu.

"Untuk di awal memulai menjadi microstocker, jangan langsung berharap fotonya terjual, tetapi (sebaiknya) perbanyak koleksi dan portofolio dulu." (Mohammad Arif, microstocker)


Jadi, memang untuk di awal memulai perjalanan menjadi microstocker, kamu sebaiknya memperbanyak stock foto dahulu.

Pengalaman saya sebagai microstocker, penjualan pertama saya adalah setelah koleksi saya mencapai 1000 foto.” Ujar Mas Arif disela menjawab pertanyaan peserta webinar Grow from Home.

Cara Menjadi Microstocker dari Nol ala Ibu Rumah Tangga


Microstoker ala ibu rumah tangga

Sob, kalau kamu berminat menjadi microstocker dan ingin segera menekuninya, coba ikuti langkah berikut ini ya.
 

1. Menentukan tema foto yang ingin dijual


Kamu harus ingat bahwa microstocker artinya menjual berbagai jenis foto, video maupun ilustrasi, jadi yang harus kamu mulai pertama kali adalah menentukan tema (niche).
 
Tema apa yang ingin kamu jual? Agar tidak pusing dengan jenis foto apa yang ingin dipajang, kamu bisa melihat hasil foto di galeri hp, salah satu foto yang kamu jepret bisa jadi salah satu karya yang bisa kamu jual disana.

2. Pilih tema yang dekat dengan ibu rumah tangga


Jenis tema yang bisa kamu pilih yang dekat dengan keseharian ibu rumah tangga semisalnya aktivitas belajar mengajar dengan anak di rumah, aktivitas ibu rumah tangga seperti memasak, makanan, bergelut dengan tumpukan piring kotor, pekerjaan rumah, atau juga foto pojok rumah yang estetik, tanaman yang dirawat, tangga rumah, atau gambar hiasan dinding pun bisa menjadi jenis foto yang bisa kamu jual.

3. Memiliki skill dasar fotografi


Walaupun menjadi microstocker tidak mengharuskan syarat seorang fotografer profesional, namun setidaknya kamu memiliki skill dasar fotografi. Kemampuan dasar dalam prinsip fotografi seperti pencahayaan (lighting), komposisi gambar (rule of third), serta pengaturan elemen visual adalah sesuatu yang harus kamu kuasai.
 
Kalau tidak memiliki skill ini apakah tetap bisa jadi microstocker? Tetap bisa! Namun lebih baik lagi jika kamu segera menguasai skill ini sambil berjualan foto.

4. Membuat akun di microstock


Untuk menjadi microstcoker kamu bisa langsung mendaftar ke akun terkait seperti Shutterstock dan Adobe stock. Kamu bisa langsung membuat akun secara gratis dengan mengunjungi website berikut:
  • Adobe stock ke contributor.stock.adobe.com
  • Shutterstock ke www.shutterstcok.com

Membuat akun di Adobe stock cukup mudah. Cukup dengan google account, kamu bisa langsung membuat akun. Pengalaman saya membuat akun di Adobe Stock, ada beberapa data yang harus diisi dengan lengkap baru bisa mengunggah hasil karya disana.

Tips agar segera bisa mengunggah karya di Adobe stock adalah lengkapi data pembayaran dan data pajak sesuai permintaan di formulir pendaftaran. Jika semua form sudah terisi, maka kamu sudah bisa mengunggah foto, video, maupun desain ilustrasi yang ingin kamu tawarkan.


‎Perbedaan Shutterstock dan Adobe Stock


Perbedaan Shutterstock dan Adobe Stock sebenarnya tidak banyak. Namun menurut microstocker Mohammad Arif, bagi pemula sebaiknya mulai dari Adobe Stock dulu karena Adobe stock tidak memiliki syarat rumit untuk foto. Apalagi Adobe stock membolehkan untuk mengunggah foto yang dibuat dengan kecerdasan buatan (AI). Sedangkan Shutterstock tidak membolehkan hasil karya yang dibuat dengan AI.

Selain itu, dari segi harga: Adobe Stock lebih disarankan untuk pemula karena harga per jualnya cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan Shutterstock. Meskipun, sekali lagi tinggi rendahnya harga yang dibayarkan tergantung dari lisensi yang dipilih oleh pembeli.

‎Berapa Penghasilan dari Microstock?


Penghasilan microstocker

Ini adalah pertanyaan mendasar yang ingin diketahui banyak orang: berapa penghasilan yang diperoleh dari microstock?

Untuk diketahui bahwa penghasilan yang diterima oleh kontributor berdasarkan jenis lisensi yang dipilih oleh pembeli. Jika pembeli memilih lisensi yang paling tinggi, maka semakin tinggi pula besaran fee yang diterima oleh kontributor.

Besar penghasilan yang diterima (royalty fee) bagi microstockter sebesar 33% untuk foto, vector, maupun ilustrasi. Sedangkan royalty fee untuk video sebesar 35%. 

Pencairan royalti bisa melalui akun Paypall, Payoneer, ataupun Skrill Account. Oh ya, minimal pembayaran yang bisa dicairkan sebesar U$D 25 ya. Jadi kalau total penjualan belum mencapai U$ 25, sabar dulu aja!

Penutup


Sob, setelah kamu mengetahui jumlah penghasilan yang diterima oleh microstocker, apakah kamu tertarik untuk menjadi kontributor microstock juga? Yuk, mulai dari sekarang.
 
Kapan lagi hasil rekam jejak cerita dari foto bisa menjadi sumber passive income yang bisa kamu terima sepanjang waktu? Next MQ juga akan membahas bagaimana mencari ide konten untuk microstock ya. Sampai jumpa di artikel berikutnya. Semoga bermanfaat.

Salam,
MQ
Ide Bisnis MQ
Hi, selamat datang di blog Ide Bisnis MQ. Semoga Sobat MQ bisa mendapatkan sesuatu yang bermanfaat dari tulisan di blog ini. Jika ingin bekerja sama silakan email di kontak blog ya :)

Related Posts

8 komentar

  1. Kayaknya menjadi Microstoker menarik, yah kak untuk dicoba. Apalagi in this economy, semua pekerjaan selagi halal mah gas aja... Tapi seperti pekerjaan freelance lain, untuk menjadi Microstoker ini harus mengumpulkan portofolio dulu. Terima kasih infonya kak, karena jujur baru tahu info tentang ini.

    BalasHapus
  2. Makasih tips-nya, Kak. Ternyata nggak sesulit yang aku pikirkan. Itu sebabnya lakukan dulu, ya. Mikirnya sambil jalan aja sekalian menghasilkan foto kreatif.

    BalasHapus
  3. Wah menarik ini mbak, saya juga mau belajar ah supaya bisa nambah cuan dari aset digital ini. Ditunggu artikel lanjutannya ya, bagaimana cara menentukan niche.

    BalasHapus
  4. Baru tahu microstocker ini, baca cara kerjanya cocok buat ibu-ibu yang ga mau ribet ya. Apalagi liat pembagian yang didapatkan, adil banget jd mau coba deh

    BalasHapus
  5. Meskipun, peluang menjadi microstocker tampak menggiurkan, tetap membutuhkan konsistensi, ya, Mbak. Tidak ada hasil yang instan, bahkan narasumber pun goal-nya di foto ke-1.000. Namun, kesempatan ini layak dicoba.

    BalasHapus
  6. Di zaman sekarang asal ada skill dan kemauan yang keras, pasti ada jalan untuk bisa menghasilkan cuan, ya, secara banyak platform online yang bisa menjadi media untuk membantu segala potensi yang kita miliki, termasuk dalam hal fotografi.

    Dari pada foto numpuk di gawai dan memberatkan memori, better memang bikin akun Shuttershock, ya. Siapa tau ada jalan rezeki di sana

    BalasHapus
  7. Naah ini dia,,,,solusi ampuh bermanfaat saat memiliki koleksi foto di HP dan daripada dihapus begitu saja lebih baik dipajang di microstock yaa.... Mencari tambahan p[enghasilan dari foto-foto yang kita pajang disana

    BalasHapus
  8. Artikelnya relatable banget buat ibu rumah tangga seperti saya! Dulu mikir jadi microstocker itu harus punya kamera mahal dan jago fotografi profesional, ternyata foto aktivitas harian atau sudut rumah pun bisa dijual.

    BalasHapus

Posting Komentar